Senin, 25 Desember 2017

Ini Dia Alasan Kenapa Orang Masih belum Tertarik Dengan Bitcoin

Dari beberapa waktu yang lalu bitcoin menjadi primadona bagi sebagian orang. Meskipun nilai tukar bitcoin mengalami penurunan yang signifikan, bitcoin tetap menjadi primadonanya. Namun meskipun demikian bitcoin masih terus menguat. Reli penguatan bitcoin yang sedang menjadi fenomenal tersebut mengundang orang untuk tertarik mengoleksi mata uang digital tersebut atau cryptocurrency. Pada saat itu bitcoin menguat hingga mencapai angka Rp 249,4 juta. Namun pada akhir pekan lalu nilai bitcoin merosot drastis dari 20.000 dollar AS atau senilai dengan Rp 270 juta menjadi 13.000 dollar AS atau senilai dengan Rp 177,5 juta.


Mengutip The Guardian, nilai bitcoin pun turun sekira 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 27 juta dalam waktu 12 jam. Hal itu memperlihatkan bagaimana volatilitas bitcoin yang membuat orang harus pikir-pikir dahulu sebelum membelinya. Menurut Bloomberg, ada lima alasan mengapa banyak orang masih enggan mengoleksi bitcoin hingga saat ini walaupun nilainya menggiurkan. Apa saja?

1. Keamanan

Para peretas dan penjahat siber menyukai bitcoin karena anonimitasnya. Gara-gara ulah hacker meretas Mt Gox, bursa pertukaran bitcoin terbesar, cryptocurrency kemudian susut. Bahkan Mt Gox kemudian menyatakan diri bangkrut. Nilai bitcoin kembali susut pada Agustus 2016 setelah hacker mencuri 69 juta dollar AS dari bursa bitcoin Hong Kong, Bitfinex.

2. Meningkatnya perdebatan

Komunitas bitcoin terus berdebat mengenai cara meningkatkan kinerja blokchainnya dalam setahun terakhir. hal ini penting seiring transaksi bitcoin terus memecahkan rekor, namun masih sulit bagi bisnis untuk menggunakannya sebagai alat transaksi pembayaran. Jika hal ini terus berlangsung bisa saja pengguna bitcoin berlaih ke blokchain lain yang lebih baik.

3. Mata Uang Digital Tandingan

Menurut Ron Quaranta, Chairman Wall Street Blockchain Alliance, ada sekitar 700 mata uang digital pesaing bitcoin. Salah satu pesaing kuat bitcoin yakni Ethereum yang pada tahun ini sudah naik 20 persen.

4. Tidak Diakui Pemerintah

Sejumlah negara masih melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran. Misalnya saja di China, dan juga di Indonesia. Di AS sendiri, belum banyak perusahaan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran.

5. Ledakan Bubble

Pasar spekulasi bisa saja meledak setiap saat, sebagai saat koreksi. Apa yang jadi pemicunya, merupakan bagian tersulit. Jika berinvestasi pada bitcoin di masa sekarang tentusaja harus berhati-hati mengingat nilainya yang sudah sedemikian tinggi.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner